Diet Televisi

Oleh: Adam Muhammad

Tanyakanlah kepada orang yang memiliki tubuh kurus, kering kerontang tentang apa yang diinginkannya dalam hidup ini? Niscaya ia akan menjawab bahwa yang diidam-idamkan dia dari dulu adalah memiliki tubuh yang sehat, gemuk dan subur. Namun sekali lagi tanyakan hal yang sama kepada orang yang bertumbuh tambun maka niscaya ia akan menjawab bahwa hal yang paling diingininya adalah memiliki tubuh yang lebih kurus sehingga dia bisa bergerak dengan lebih leluasa.

Selalu saja begitu. Wong namanya juga manusia. Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau meski rumputnya sendiri pun sudah amat hijau. Permasalahan dari kedua orang di atas adalah tentang diet makanannya. Maka kalau kedua orang di atas diet makannya bagus, maka insyaallah keadaan mereka akan menjadi seimbang. Tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu gemuk.

Kalau selama ini banyak dari kita yang sibuk mengurusi badan ini. Sibuk diet ini dan diet itu, maka seberapa banyakkah dari kita yang mencoba untuk melakukan diet demi jiwa kita. Jiwa kita juga laksana tubuh yang juga memerlukan asupan gizi. Kalau terlalu banyak asupan ”makanan” buruk maka menjadi buruklah jiwa kita. Begitu juga sebaliknya jika ”makanan” baik yang sering kita makan maka menjadi baik pula jiwa kita.

”makanan” jiwa kita memang dapat kita ambil dari beraneka ragam sumber. Mulai dari dengan siapa kita bergaul, buku, televisi dan lain sebagainya. Tulisan ini hanya memfokuskan diri kepada salah satu ”makanan” jiwa masa kini yang amat digandrungi oleh masyarakat yakni Televisi. Coba saja tengok keadaan masyarakat di sekeliling rumah anda. Nyaris semua rumah terdapat televisi bukan? Begitulah televisi telah menjelma menjadi sebuah idola bagi semua kalangan mulai dari yang kecil, remaja bahkan hingga kakek nenek.

Namun sungguh miris, tayangan televisi sekarang sudah amat jauh dari mendidik. Lihatlah acara-acara televisi sekarang. Mulai dari kekerasan, percintaan, sinetron yang nggak sehat, mistik dan aneka acara yang amat tidak mendidik. Bahkan akhir-akhir ini mulai marak ajang pencarian bakat. Pencarian bakat yang bahkan disiarkan enam jam nonstop. Mulai dari jam 6 malam hingga jam 12 tengah malam. Wah sungguh gawat bukankah itu adalah jam yang sangat ideal bagi keluarga untuk bercengkrama dan ajang mendalami ilmu.

Maka sudah selayaknya sekarang waktunya bagi kita untuk ”berdiet televisi”. Maksud saya adalah jangan asal nonton tv. Pilih dan pilahlah acara yang bergizi terutama buat anak-anak kita. Temanilah dan bimbing anak kita ketika menonton televisi. Kasihanilah jiwa kita. Berilah jiwa ini hanya ”makanan-makanan” yang penuh gizi. Sadarlah ada banyak hal yang bisa kita lakukan kalau kita mengurangi waktu kita memeloti televisi. Kita bisa berdiskusi, belajar bersama anak serta hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat daripada hanya sekedar menonton sinetron.

Tidak harus kemudian membanting televisi atau menjual tv anda segera memang, namun satu hal yang lebih penting untuk kita lakukan adalah ”diet televisi” . lalu tunggu apa lagi? Segera susun jadwal dan pilahlah acara-acara televisi itu. Dan mari nikmati hidup dengan kondisi jiwa yang lebih sehat. [ ]

Tulisan ini pernah dimuat di harian Surya

Advertisements