Pameran Buku di Kota Kecil

Oleh: Adam Muhammad

Pameran mungkin sudah menjadi sesuatu yang lazim di jaman sekarang. Mulai dari pameran otomotif, elektronik, mebel, rumah, buku, lukisan dan aneka pameran lainnya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, pameran bisa saja tersaji setiap pekannya.

Dulu ketika saya masih berada di Jakarta, ada suatu kepuasan batin yang berbeda ketika suatu pameran buku dihelat. Saya yang memang hobi sekali membaca merasa seperti raja yang dimanjakan dengan aneka buku yang ditawarkan. Dan tentu saja yang membuat saya sangat bahagia adalah discount yang diberikan oleh para penerbit. Memang sebuah pameran buku adalah ajang promosi yang bagus bagi para penerbit. Di pameran buku inilah buku-buku yang sudah “nggak begitu laku” diobral, buku-buku baru diperkenalkan dengan discount. Pendek kata sebuah pameran buku adalah ajang paling tepat bagi seorang maniak pembaca untuk menghabiskan uang tabungannya.

Kemudian pindahlah saya ke sebuah kota kecil, Jombang Jawa Timur . Dan memang keadaan yang berbeda sangat nampak apabila kita hidup di kota kecil. Ketika awal pindah saya mencoba bertanya kepada teman-teman baru saya tentang pameran buku. Ternyata jawabannya sungguh sangat mengejutkan saya. Pameran buku itu belum pernah diadakan di kota jombang. “Waah parah amat” begitu pikir saya. Bukan hanya itu saja ternyata sebagian masyarakat di sini masih menganggap bahwa pameran buku itu hanyalah buat anak-anak sekolah. Jadi pikir mereka yang disebut pameran buku itu ya pameran buku sekolah. Nah kalau buku sekolah dapat dibeli di koperasi sekolah buat apa diadakan pameran buku.

Sempat terpikir oleh saya ketika itu bahwa mungkin minat baca masyarakat jombang memang rendah. Hingga para event organizer pameran buku enggan mengadakan pameran buku di kota ini. Namun tahun 2007 yang lalu ada angin segar yang menghampiri saya dan masyarakat penggila buku di jombang. Sebuah event organizer “Bukabuku” mengadakan pameran buku selama seminggu yang diadakan di gedung olahraga Jombang. Ketika tersiar kabar adanya pameran buku tersebut, saya merasa sangat senang tapi juga agak khawatir. Apakah akan ada peminatnya? Namun dalam hati kecil saya berharap pameran buku ini akan sukses. Dan ternyata luar biasa! Animo masyarakat Jombang terhadap pameran itu sangat tinggi. Selama pameran diadakan tercatat pengunjung selalu padat. Suatu hal yang sangat melegakan hati.

Nah kesuksesan pameran buku di tahun 2007 kemarin menyembulkan optimisme dalam diri saya ternyata para penggila buku di kota ini ternyata amatlah banyak. Dan sebentar lagi mulai tanggal 30 April hingga 5 Mei 2008 akan diadakan Islamic Book Fair yang digagas oleh “Syaaka Organizer”. Kembali saya senang dan ingin membuktikan kesuksesan pameran buku di kota ini. Maksud saya kesuksesan pameran buku di tahun 2007 kemarin itu apakah memang dari banyaknya penggila buku di kota ini atau hanya terjadi karena penasaran masyarakat mengingat pameran seperti ini baru pertama kali diadakan. Semoga kelak setelah pameran itu selesai saya masih punya kesempatan untuk berbagi dengan anda. Terakhir dalam hati kecil saya kembali saya berdo’a kesuksesan pameran buku ini. Demi menyebarnya virus keranjingan membaca di kalangan masyarakat sehingga bangsa ini menjadi lebih baik. Semoga. [ ]

Tulisan ini pernah dimuat di harian Surya

Advertisements