Catatan Ramadhan : yang Unik, Mengesankan, Mengesalkan

Leave a comment

Catatan Ramadhan : yang Unik, Mengesankan, Mengesalkan

Oleh: Sinta Yudisia

 Masih ingat ramadhan tahun lalu?

Sebagian memory kita masih merekam apa-apa yang terjadi setahun silam, tetapi ada juga yang hilang dari ingatan. Saya pribadi masih ingat baju apa yang kami sekeluarga kenakan, sebab memang ada foto keluarga bersama saat menikmati hari raya di Tegal. Ramadhan selalu meninggalkan jejak mengesankan dari waktu ke waktu. Sayang sekali, banyak harapn dan target-target tak tercapai sesuai harapan kita. Akankah tahun ini berlalu sama seperti waktu lampau?

 

Quran yang Hilang

Ini bukan kata kiasan.

Saya suka membawa Quran kemana-mana : ke acara, ke kampus, ke lab.psikologi, dsb. Harapannya, saya bisa membaca Quran sewaktu ada jeda atau saat mengulang hafalan dan ada yang lupa, bisa membuka sesegera mungkin. Celakanya….saya orang yang banyak lupa! Entah sudah berapa kali beli Quran. Warna coklat, hijau, abu-abu, merah, biru; yang tanpa terjemahan atau ada terjemahan; yang besar atau yang kecil.

More

Advertisements

Diet Televisi

1 Comment

Diet Televisi

Oleh: Adam Muhammad

Tanyakanlah kepada orang yang memiliki tubuh kurus, kering kerontang tentang apa yang diinginkannya dalam hidup ini? Niscaya ia akan menjawab bahwa yang diidam-idamkan dia dari dulu adalah memiliki tubuh yang sehat, gemuk dan subur. Namun sekali lagi tanyakan hal yang sama kepada orang yang bertumbuh tambun maka niscaya ia akan menjawab bahwa hal yang paling diingininya adalah memiliki tubuh yang lebih kurus sehingga dia bisa bergerak dengan lebih leluasa.

Selalu saja begitu. Wong namanya juga manusia. Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau meski rumputnya sendiri pun sudah amat hijau. Permasalahan dari kedua orang di atas adalah tentang diet makanannya. Maka kalau kedua orang di atas diet makannya bagus, maka insyaallah keadaan mereka akan menjadi seimbang. Tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu gemuk.

Kalau selama ini banyak dari kita yang sibuk mengurusi badan ini. Sibuk diet ini dan diet itu, maka seberapa banyakkah dari kita yang mencoba untuk melakukan diet demi jiwa kita. Jiwa kita juga laksana tubuh yang juga memerlukan asupan gizi. Kalau terlalu banyak asupan ”makanan” buruk maka menjadi buruklah jiwa kita. Begitu juga sebaliknya jika ”makanan” baik yang sering kita makan maka menjadi baik pula jiwa kita.

More

Pameran Buku di Kota Kecil

Leave a comment

Pameran Buku di Kota Kecil

Oleh: Adam Muhammad

Pameran mungkin sudah menjadi sesuatu yang lazim di jaman sekarang. Mulai dari pameran otomotif, elektronik, mebel, rumah, buku, lukisan dan aneka pameran lainnya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, pameran bisa saja tersaji setiap pekannya.

Dulu ketika saya masih berada di Jakarta, ada suatu kepuasan batin yang berbeda ketika suatu pameran buku dihelat. Saya yang memang hobi sekali membaca merasa seperti raja yang dimanjakan dengan aneka buku yang ditawarkan. Dan tentu saja yang membuat saya sangat bahagia adalah discount yang diberikan oleh para penerbit. Memang sebuah pameran buku adalah ajang promosi yang bagus bagi para penerbit. Di pameran buku inilah buku-buku yang sudah “nggak begitu laku” diobral, buku-buku baru diperkenalkan dengan discount. Pendek kata sebuah pameran buku adalah ajang paling tepat bagi seorang maniak pembaca untuk menghabiskan uang tabungannya.

More

Sensasi Kebangsaan

Leave a comment

Sensasi Kebangsaan

Oleh: Adam Muhammad

Kenalkah anda dengan nama-nama ini: Markis Kido, Simon Santoso, Maria Kristin, Vita Marissa atau Adriyanti firdasari? Bagaimana dengan nama-nama ini: Icuk Sugiarto, Liem swie king, Harianto Arbi, Susi Susanti, atau Mia Audina? Nama-nama yang disebutkan belakangan saya yakin semua kita amat mengenalnya. Namun dengan nama-nama awal saya tidak yakin rakyat Indonesia mengenal nama mereka dengan baik. Apalagi jika anda bertanya kepada anak-anak muda jaman sekarang manakah yang lebih mereka kenal antara Bambang Pamungkas dengan Hendra Setiawan?

Entahlah rasa-rasanya bangsa ini memang sedang mulai kehilangan jati dirinya. Bangsa ini sedang bingung. Bingung membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Krisis yang melanda Indonesia ternyata tidak hanya tentang moneter, tapi merembet ke bidang-bidang lain. Bahkan para ulama negeri ini sudah merasa ngeri dengan menurunnya moral bangsa ini.

Dahulu kita merasa amat bangga menjadi bangsa Indonesia. Kita adalah Negara yang swasembada pangan. Negara-negara tetangga seperti Malaysia pun belajar kepada bangsa ini. Dalam event SEA GAMES, Indonesia seringkali bertengger di puncak perolehan medali. Apalagi dengan cabang olahraga bulu tangkis, rasa-rasanya bangsa ini menjadi rajanya. Yaa…memang masih ada China yang selalu bergantian menggondol piala Thomas dan Uber.

More

Wisata Mutilasi

Leave a comment

Wisata Mutilasi

Oleh: Adam Muhammad

Kota Jombang yang adem ayem tiba-tiba menghiasi aneka media massa. Mulai dari Koran, majalah, tabloid, radio, televisi bahkan juga di dunia maya. Semua itu tidak lain dikarenakan salah seorang warganya membikin heboh jagat Indonesia. Ryan begitu nama lelaki yang menghebohkan itu. Seorang lelaki homoseksual yang dengan sadis menghabisi sebelas nyawa anak adam. Bahkan dia pun dengan tega memotong-motong salah satu korbannya. Sungguh perbuatan yang mengerikan.

Namun ternyata kehebohan pembunuhan berantai ini pelan-pelan menjadi semacam tontonan bagi masyarakat luas. Entah dengan alasan apa mereka berbondong-bondong mendatangi rumah si Ryan. Ada yang datang ke sana hanya sekedar ingin tahu lokasi pembantaian itu, ada yang penasaran apakah ada lagi korban yang ditemukan, ada yang geram melihat kelakuan Ryan hingga ingin melihatnya dari dekat.

More

17 Agustusan Tanpa Panjat Pinang

Leave a comment

17 Agustusan Tanpa Panjat Pinang

Oleh: Adam Muhammad

Panjat pinang yang menjadi lomba sangat menarik bagi masyarakat di setiap merayakan kemerdekaan RI tiba-tiba disarankan oleh wakil presiden RI untuk tidak dilakukan. Pak wakil presiden khawatir panjat pinang memiliki filosofi negatif yang berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Sungguh luar biasa pak wakil presiden kita saat ini, hingga masih sanggup menanggapi hal-hal seperti panjat pinang.

 Entah karena saran dari pak wakil presiden atau karena kurangnya dana, di daerah saya pun tak terdengar lomba ini diadakan warga. Padahal di tahun-tahun sebelumnya selalu saja saya mendengar lomba yang sangat menarik ini.

 Saya teringat lomba panjat pinang biasanya sangat ramai dinikmati oleh masyarakat. Para peserta membentuk beberapa kelompok untuk saling bekerjasama menggapai hadiah yang bergelantungan di atas pohon. Adegan semakin seru manakala para peserta berjatuhan dari pohon karena licinnya pohon itu. Maklum si pohon sudah dilumuri dengan gajih atau bahkan terkadang oli bekas. Para penonton pun terpingkal-pingkal melihat tubuh para peserta hitam legam berlepotan oli. Bahkan terkadang tanah di bawah pohon pinang itu diberi air hingga membuat tanahnya basah dan menambah kotor tubuh para peserta.

More

Infotainment Merambah Gedung DPR

Leave a comment

Infotainment Merambah Gedung DPR

Oleh: Adam Muhammad

Artis di Indonesia memang seringkali mengundang decak kagum para penggemarnya. Terlebih ketika sinetron mulai mendominasi tayangan televisi menggantikan telenovela yang dahulu amat digandrungi masyarakat Indonesia. Juga semenjak film bioskop mulai menjadi tuan di negeri sendiri, para artis seringkali menyapa penggemarnya dengan akting-aktingnya yang makin memikat.

Para artis itu mampu mengaduk-aduk perasaan penggemarnya. Para artis itu mampu “menyihir” penggemarnya hingga mereka menitiskan air mata dengan akting sedih yang memilukan hati. Para artis itu mampu membuat penggemarnya terbuai bahagia dan melupakan sejenak masalah sehari-hari yang dihadapi dengan akting segar nan memukau.

Itulah mengapa, insan media seringkali menamakan para artis itu adalah para public figure. Ini berarti mereka menjadi semacam “tipe ideal” gambaran masyarakat. Entah siapa yang memulai menyematkan artis sebagai public figure, yang jelas hingga saat ini masih ada pro dan kontra tentang hal itu.

More

Older Entries